Patung Bunda Maria Diarak di Tengah Laut Atapupu

Published: Wednesday, 15 October 2014

Ribuan umat Katolik di Keuskupan Atambua larut dalam sukacita dan haru, ketika menyaksikan Nai Feto Lalean (Arca Bunda Maria) diarak di tengah laut Atapupu. Keharuan ribuan pengunjung ditandai dengan hujan airmata selama prosesi Arca Bunda Maria untuk ditahtakan di Paroki Stella Maris Atapupu. Pantauan Kamis (31/7/2014), sedikitnya ribuan umat kristiani dari paroki-paroki di Keuskupan Atambua tumpah ruah di jalan umum jurusan Atambua-Motaain dan seputaran Pelabuhan Tempat Pendaratan Ikan (TPI). 

Sinar matahari yang terasa membakar kulit tidak menyurutkan umat untuk tetap mendaraskan doa dan nyanyian penghormatan terhadap Bunda Maria. Sementara di Teluk Gurita, ratusan perahu nelayan dengan hiasan bendera merah putih dan putih kuning (lambang gereja) tersusun rapi.

Dengan rapi perahu kecil berjumlah ratusan mengawal Arca Bunda Maria yang ditahtakan pada salah satu perahu yang agak besar. Sementara di Pelabuhan TPI telah hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere, MM bersama ribuan peziarah menanti kedatangan Arca Bunda Maria.

Petrus Bere dalam sambutannya mengungkapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu sangat mengapresiasi kegiatan prosesi ini yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan Paroki Atapupu. Pemda akan menjadikannya sebagai wisata religi yang dilaksanakan setiap tahun.

Petrus mengaku kegiatan prosesi ini sangat strategis karena berada tepat di perbatasan sehingga akan menjadi wadah dan sarana pertemuan umat antara kedua negara Indonesia dan RDTL.

"Melalui acara-acara rohani yang dilakukan seperti ini pasti semakin mempererat hubungan kedua negara sehingga kondisi perbatasan tetap aman dan nyaman. Selain itu, wisata religi ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penjualan sovenir dan cenderamata sehingga pendapatan masyarakat lokal dapat bertumbuh," katanya.

Pastor Paroki Stella Maris Atapupu, Romo Maxi Alo Bria, Pr mengatakan, prosesi laut Nai Feto Lalean merupakan suatu kekayaan rohani yang diberikan Tuhan kepada seluruh umat manusia. Tuhan hadir dan menyapa seluruh umat beriman dari semua golongan, suku, agama dan ras.

"Semoga kekayaan rohani ini menjadikan umat manusia di muka bumi tetap hidup sebagai saudara," kata Romo Maxi.

Arca Nai Feto Lalean selanjutnya diarak menuju gereja yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer dan akan ditahktakan yang akan berpuncak dengan Perayaan Ekaristi memperingati Hari Ulang Tahun Paroki Stella Maris yang ke-131.

Prosesi laut ini dihadiri seluruh kaum beriman dan dijaga ketat aparat keamanan dari Kepolisian Resort Belu di bawah komando Kapolres Belu AKBP Daniel Yudo Ruhoro dan aparat dari Satgas Pamtas RI-RDTL.

sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/08/04/bunda-maria-diarak-di-tengah-laut-atapupu

Hits: 1128