• Taman Nasional Komodo
  • Taman laut Maumere
  • Tradisi Pasola Sumba
  • Danau Tiga Warna Kelimutu
  • Tradisi Perburuan Ikan Paus di Desa Lamalera
×

Warning

Failed loading XML file

Reba Ngada Seperti Perayaan Imlek

Published: Wednesday, 18 February 2015

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang berbaju batik, berdiri sambil menerima sebuah parang panjang. Sebuah selendang berwarna hijau bergantung di lehernya. Dia didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Puluhan orang berpakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT).Alunan musik khas NTT Terdengar seiring Basuki Berjalan dengan Parang di tangan kanannya. ”Selamat merayakan Reba Ngada,” ujar Basuki Dalam sambutannya pada perayaan Reba Ngada Di anjungan NTT, TMII, jakarta Timur, sabtu (14/2/2015).

Basuki diajak oleh warga NTT yang menetap di jakarta untuk menari tarian adat NTT. Tarian Gooe Gooe namanya. Mengikuti alunan lagu, basuki Bergoyang Pelan. Diapun berjalan mengelilingi arena tari yang dibatasi penari lainya.

Warga NTT yang hadir dalam perayaan itu pun berebut mendekati arena. Ingin melihat san gubernur menari. Baduki pun langkah-langkah tariannya terlihan canggung dan tidak terbiasa. “ setidaknya pak Ahok mencoba (menari),” ujar salah seorang warga yang menyaksikan tarian Basuki.

Gubernur NTT, frans lebu Raya mengatakan, Reba merupakan puncak peristiwa proses hidup harus berakhir baik dan penuh damai.sementara basuki mengatakan, reba seperti perayaan imlek ngada dilaksanakan lebih dulu daripada imlek Tionghoa.

Ada suatu kelakar yang dilontarkan basuki sebellum dia mulai menari. Awalnya, dia sempat kaget karena disambut oleh puluhan orang yang membawa parang . kekagetan yang dialami pria yang akrab disapa ahok inilah yang dijadikan lelucon pencair suasana.

"Kalau imlek Tionghoa, angpaunya keliatan ke mana-mana kalau ini (Reba ngada), golok semuanya yang kelihatan,” seloroh basuki.

Perayaan adat ‘Reba’ etnis ngada di anjungan NTT, taman Mini indonesia Indah (TMII) digelar komunitas masyarakat Ngada –Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di jakarta.
Perayaan Adat ‘Reba’ ini merupakan yang kedua kalinya setelah untuk pertama kalinya dirayakan pada februari tahun lalu.

Perwakilan komunitas Masyarakat Ngada jakarta sekaligus ketua panitia perayaan ‘Reba’, siprianus bate Soro, dalam siaran pers, senin (9/2/2015) mengungkapkan, pihaknya merasa perlu mengadakan kembaliperayaan Reba Mengingat perayaan ini adalah simbol kehidupan dan identitas hakiki masyarakat ngada.

Selain memperkenalkan kekhasan dan kekayaan budaya masyarakat ngada di pentas nasional, perayaan ini mengukuhkan masyarakat ngada di jakarta dan sekitarnya denga akar budaya dan identitas kulturalnya.

“Ritus Reba dirayakan oleh semua suku ataukelompok masyarakat ngada, yang akan kami tampilkan dalam atraksi Ritus Reba kali ini adalah atraksi Ritus Reba kali ini adalah Tradisi atau langgam sub-etnis Golewa, salah satu kelompok etnis di wilayah Ngada bagian Tengah,”ujarnya.

Sebagai bagian tak terpisahkan dan menjadi salah satu asimilasi aktual dari budaya ngada masa kini, perayaan reba juga diselidiki misa Inkulturasi, yaitu perayaan ekaristi yang dikemas ngada dalam budaya masyarakat ngada. Misa inkulturasi tersebut dipimpin uskup Agung Ende, Mgr Vinsensius Sensi Potokota,Pr.

Siprianus Bate Soro menjelaskan, berbeda dengan Tahun lalu, perayaan reba tahun ini tidak saja menampilkan O Uwi, tetapi juga atraksi adat seperti soka uwi, kelo ghae, kakobho, reto api, mia kuse, dan atraksi tinju Tradisional sudu.

Senin, 16 Februari 2015

Hits: 957

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today347
Yesterday0
This week347
This month2932
Total1332048
Tuesday, 21 May 2019

Informasi Cuaca

Kupang