×

Warning

Failed loading XML file

Atraksi Budaya di Kabupaten Sikka

Published: Wednesday, 03 September 2014

Patikarapau. Patikarapau atau potong kerbau adalah upacara kegembiraan masyarakat Palue yang memiliki makna relasi dengan Wujud Tertinggi, leluhur dan alam.Syukuran ini ditandai dengan penyembelian seekor kerbau di sekitar mesbah oleh Lakimosa. Pada saat itu masyarakat dengan wajah yang berseri menari dan memainkan musik tradisional Palue yang membuat acara ini semakin menarik. Upacara ini dilaksanakan lima tahun sekali.

Tua Reta Lou. Di arah Timur Kecamatan Hewokloang berjarak kurang lebih 6 Km kita akan menemukan sebuah kampung bernama Watublapi, di sinilah tepat proses tenun ikat dibuat sekaligus didemonstrasikan kepada wisatawan oleh sanggar Bliransina. Disini pula kita akan disuguhkan tarian-tarian diantaranya “Tua Reta Lou” yang menceritakan tentang pengintaian musuh pada saat perang.

Tarian Bebing. Kampung Hokor 12 Km arah Barat Bola terdapat sebuah kampung tua bernama Hokor yang terkenal dengan tarian bebing yakni sebuah tarian perang yang mengisahkan penyambutan para prajurit dari medan perang. Hokor juga terkenal dengan minuman khasnya yakni moke hokor yang banyak di minati masyarakat Sikka karena brandnya.

Gren Mahe. Gren Mahe berada di Kecamatan Waiblama. Gren Mahe adalah sebuah ritus tradisional masyarakat Tana Ai. Upacara ini merupakan simbol persaudaraan, perdamaian sekaligus keberanian masyarakat Tana Ai. Upacara ini merupakan pemujaan kepada Tuhan dan kepada leluhur mereka. Acara ini dilaksanakan 3 atau 5 tahun sekali tergantung kesiapan ekonomi masyarakat, karena acara ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

Logu Senhor. Logu Senhor artinya berjalan jongkok di bawah salib Yesus. Sebuah ritus Katolik peninggalan Portugis yang biasa dilaksanakn pada Jumat Agung setiap tahun Di Gereja Tua Sikka- Kampung Sikka. Prosesi Logu Senhor juga diwarnai dengan drama penyalipan Yesus dari stasi ke stasai. Keseluruhan upacara ekaristi menggunakan bahasa Portugis dipadu dengan bahasa lokal dan indonesia, begitu pula dengan lagu-lagu. Sementara semua peziarah mengucapkan intensi pribadi sambil berjalan di bawah salib memohon berkat Tuhan dengan penuh khidmat.

Ule Nale. Berlokasi di Desa Sikka, Kecamatan Lela, Proses penangkapan cacing laut oleh masyarakat setempat, biasanya dilaksanakan satu tahun sekali yaitu pada minggu ke-3 prapaskah.

Loka Poo. Berlokasi di Desa Wolowiro, Bu Utara, Renggarasi, Detebingu, Bu Selatan dan Wolowiro. Loka poo adalah suatu upacara persembahan sesajen kepada leluhur berupa nasi yang ditanak dalam bambu serta daging ayam/babi diselingi tarian Ai Nggaja. Upacara ini dilakukan sebelum musim tanam padi dengan tujuan agar hasil panen melimpah

Loka Mase. Berlokasi di Feondari Desa Wolodhesa. Loka Mase adalah suatu upacara persembahan sesajen kepada leluhur diselingi tarian adat. Upacara dilaksanakan untuk meminta turunnya hujan dan menolak bencana kekeringan dan hama tanaman, bias dilaksanakan pada bulan Oktober.

Gareng Lameng. Berlokasi di Desa Pruda, Werang, Tana Rawa, Darat Gunung, Natar Mage dan Ile Medo, Kecamatan Waiblama. Gareng Lameng adalah upacara penyunatan secara adat bagi pria yang dilakukan oleh pemangku adat, upacara dimaksudkan untuk pendewasaan bagi pria. Dilaksanakannya upacara ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi.

Tu Teu. Berlokasi di Ngalu Desa Reruwairere, Tubu Kobe Desa Maluriwu. Tu Teu adalah suatu upacara adat ketika hama tikus terjadi. Tikus yang ditangkap dimasukkan dalam dua batang bambu yang memilki delapan ruas dirancang dalam bentuk perahu. Penghanyutan diiringi musik dan tarian tradisional.

Pire Tana. Berlokasi di Watugete (Mahe Natar Mage) Kecamatan Bola. Pire Tanah adalah suatu upacara sesajen / penyembelihan hewan kurban beruapa kambing/babi pada hari pembukaan dan dilanjutkan dengan tidak melakukan kegiatan kerja selama 5 (lima) hari. Pire Tana atau pantang bekerja meliputi wilayah desa Natkoli, Egon Gahar, Hebing dan Hale.

Tige Temu. Berlokasi di Nanga Desa Koja gete, Kecamatan Maumere. Upacara persembahan/sesajen kepada dua Loke leluhur yang empunya satwa liar seperti babi hutan dan rusa, agar binatang tersebut tidak merusak tanaman padi. Dua Loke adalah perempuan tua yang diusir dari Getang Desa Kokowahor Kecamatan Kewapante yang dituduh suanggi. Dua Lake bersama cucu perempuannya meninggalkan Getang menuju Nanga dan terus menetap disitu.

Hits: 2197

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today310
Yesterday1155
This week1465
This month5947
Total1109437
Tuesday, 14 August 2018

Informasi Cuaca

Kupang