×

Warning

Failed loading XML file

Kebudayaan Masyarakat Manggarai Barat

Published: Wednesday, 22 January 2014

Pola perkampungan dan Rumah Adat

Pola perkampungan. Kampung tradisional di Manggarai berbentuk bundar dengan pintu saling berhadapan. Bentuk bulat menyarankan makna keutuhan atau kebulatan. Bentuk kampung demikian diperkuat oleh tuturan ritual. Secara mistis kampung dibagi atas tiga, yaitu pa’ang (bagian depan), ngandu (pusat), dan ngaung atau musi (bagian belakang kampung).

Arsitektur tradisional. Arsitektur tradisional termanifestasikan dalam bentuk rumah gendang dan compang Rumah Gendang – Rumah tradisional Manggarai biasa disebut dengan nama Mbaru Gendang atau Mbaru Tembong. Bentuknya menyerupai seperti kerucut yang terbuat dari rerumputan kering. Struktur bangunan menerus dari atap sampai lantai.

Compang adalah tugu yang dibuat di tengah halaman rumah yang difungsikan sebagai altar dalam upacara adat. Altar tersebut terbuat dari tumpukan batu dan ditengahnya terdapat sebuah pohon. Altar tersebut dikelilingi halaman dan pemukiman penduduk. Lokasi compang biasanya merupakan pusat desa.Rumah adat dan kampung tradisional ini dapat ditemui di kampung Ru’I di Sano Nggoang, Kampung Balo di Kuwus dan Pacang Pu’u di Macang Pacar.

Kesenian

Kesenian tradisional dengan ciri khas daerah yang berkembang di Manggarai Barat adalah seni tenun, seni karya, seni sastra, seni suara dan seni tari. Seni Tenun - Dalam seni tenun, corak tenun yang banyak berkembang adalah hitam gelap dengan berbagai motif warnawarni.

Seni Tari - Masyarakat tradisional Manggarai mengenal banyak tarian rakyat, yang paling dikenal adalah tarian Caci. Seni Suara – Kegiatan menyanyi secara tradisional, pada umumnya berkaitan dengan berbagai upacara adat.

Berbagai syair yang sakral banyak dilagukan dengan irama yang khas dengan diiringi musik tradisional sederhana seperti gong, gendang, kombeng dan suling. Untuk lagu daerah yang terkenal adalah sanda, mbata. Seni Kriya – Seni kriya digunakan dalam pembuatan tenun ikat, anyaman topi pandan.

Jenis alat musik tradisional masyarakat Manggarai adalah gendang, gong, kerontong, dan nyiru.

 

Aset peninggalan budaya

Aset peninggalan budaya di Kabupaten Manggarai Barat bentuknya situs, benteng, compang, watu. Situs-situs peninggalan aset budaya tersebut, sampai sekarang belum terkelola dengan baik. Akibatnya banyak situs yang telah rusak dan hilang. Upaya untuk menjadikan aset budaya tersebut sebagai obyek pariwisata juga belum optimal. Berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor 152/KEP/HK/2006 Tanggal 23 September 2006, jumlah cagar budaya di Kabupaten Manggarai Barat berjumlah 18 aset.

Kerajinan Tangan_2Kerajinan Tangan_3Jenis kerajinan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat antara lain kerajinan kain tenun, kerajinan patung komodo, dan kerajinan songkok. Khusus untuk kejianan tenun, pada saat ini telah ada satu kelompok tenun di Kabupaten Manggarai Barat, yaitu kelompok Teratai Maha Karya. Untuk kerajinan patung komodo, dilakukan oleh penduduk yang bermukim di Taman Nasional Komodo.


Hukum Adat

Dalam menyelesaikan konflik baik yang menyangkut tanah maupun konflik sosial yang melanggar norma adat, pertama kali dilakukan pada masing-masing kilo atau masing-masing suku (panga), tergantung pada muatan jenis dan pelanggarannya. Setiap persoalan biasanya diselesaikan secara damai dengan mekanisme hambor (perdamian adat).Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada prinsip ipo ata poli wa tanan nganceng lait kole (apa yang telah diputuskan bersama tidak dapat diganggu gugat). Sanksi terhadap pelanggaran tidak berupa uang melainnkan berupa benda atau hewan seperti tuak, ayam, anjing, babi dan lain sebagainya.

 

Perkawinan

Ada tiga kata kunci dalam hal jenis perkawinan adat Manggarai, yaitu kawing tungku (perkawinan dalam suku sendiri, antara anak saudara dengan anak dari saudari), kawing cako (perkawinan antara anak dari saudara dalam patrilineal), dan kawing cangkang (perkawinan di luar suku).

 

Makanan dan Minuman

Masyarakat Manggarai mempunyai minuman tradisional yang biasa disebut dengan nama sopi. Sopi terbuat dari fermentasi air nira yang diambil dari pohon aren/enau. Sopi mempunyai kadar alkohol yang cukup tinggi, sehingga minuman ini sulit untuk dilegalkan. Minuman ini selalu hadir dalam setiap upacara-upacara adat. Makanan tradisional masyarakat Manggarai antara lain rebok, songkol, jagung latung. Dalam upacara penyambutan tamu, biasanya masyarakat Manggarai menyambut dengan cepak (pinang, sirih, kapur) yang diberikan kepada tamu yang baru datang.


Pakaian adat
Pakaian adat Pakaian adat
Tetua Tado
Tetua Tado Tetua Tado
Rumah di pedala...
Rumah di pedalaman Rumah di pedalaman
Sopi: arak trad...
Sopi: arak tradisional Sopi: arak tradisional
Tari Caci
Tari Caci Tari Caci

Hits: 11725

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today803
Yesterday1089
This week803
This month16742
Total1359018
Monday, 17 June 2019

Informasi Cuaca

Kupang