×

Warning

Failed loading XML file

Ritual Adat Kematian Masyarakat Manggarai Timur

Published: Wednesday, 22 January 2014

Bagi masyarakat Manggarai, kematian merupakan resolusi alamiah dari kehidupan sekaligus sebagai awal dari kehidupan yang baru. Segera setelah kematian, arwah dari orang yang meninggal dianggap hanya berada di luar kampung atau “pa'ang be le”. Namun arwah dari orang meninggal tidak benar-benar beristirahat dan bisa saja kembali ke kampung.

Karena itu seringkali diberikan persembahan berupa makanan dan minuman yang disediakan pada tempat khusus yang biasa dipakai selama dia hidup. Persembahan ini diberikan hingga tiga hari setelah yang meninggal dimakamkan dimana diadakan upacara “wie saungta'a”.

Ritual ini melambangkan bahwa pada hari ketiga, orang yang meninggal tersebut akan dilahirkan kembali atau mengalami kehidupan baru di dunia lain, dunia para arwah, yang memisahkannya dari dunia orang hidup.

Menurut tradisi orang Manggarai, akhir dari semua ritual kematian, dimana orang yang meninggal benarbenar berpisah dari dunia orang hidup disebut ritual “Kelas” (kenduri). Dalam ritual ini dikurbankan hewan seperti babi atau kerbau bergantung pada besarnya keluarga dan status sosial dari orang yang meninggal. Ritual Kelas ini bisa diadakan segera setelah yang bersangkutan meninggal atau beberapa tahun berselang.

Hits: 6607

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today535
Yesterday1136
This week3885
This month27003
Total1369278
Thursday, 27 June 2019

Informasi Cuaca

Kupang