Upacara Ka Sa'o di Ngada

Published: Wednesday, 22 January 2014

Uapacara adat Ka Sa'o ini dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Ngada. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa tahapan ritual dalam Upacara Adat Ka Sao, sebagai berikut:

Zepa

Tahapan awal untuk mengukur luas dan ukuran bahan.

Ka Kolo/basa mata taka

Upacara yang dilakukan sebagai awal dari proses pembuatan rumah adat. Acara ini dilakukan setelah Zepa ( mengukur ukuran rumah) yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan meminta dampingan kepada Tuhan dan leluhur bagi peralatan yang akan digunakan dalam bekerja di hutan selama pencarian material/ramuan pembuat rumah adat.

Dalam acara ini biasanya dilakukan acara penyembelihan hewan kurban (ayam/babi) dan dilihat hatinya sesuai dengan kebiasaan untuk melihat urat dari hati hewan kurban yang dikorbankan. Cara ini biasanya dipimpin oleh ketua suku atau orang yang di’tua’kan dalam suku. Dalam acara ini akan dihadiri oleh seluruh ana sa’o dan ana woe guna mendukung pencarian material rumah dan proses pembangunan rumah selanjutnya.

Gebhe Pu’u Kaju

Setelah semua bahan (material) rumah selesai didapat/terkumpul maka akan dilakukan acara pembasmian tunas-tunas kayu yang dimana kayunya telah diambil untuk material rumah adat baru. Hal ini bekaitan dengan kepercayaan orang Ngadha dimana apabila pohon yang telah diambil untuk material rumah tumbuh(bertunas) maka akan membawa sial bagi penghuni dan ana sa’o (anggota rumah/ suku)di masa yang akan datang. Dalam acara ini akan dilakukan penyembelihan hewan kurban berupa babi dan darahnya dibasuh pada pohon- pohon yang telah di tebang untuk menjadi Material Rumah.

Ghoro Leke/Kali Leke

Tahapan ini adalah merupakan tahapan yang paling awal dimana tiang- tiang rumah adat yang akan dibangun digotong kedalam kampung dan ketempat dimana rumah adat yang baru akan dibangun. Pada acara ini biasanya dilakukan penyembelihan hewan kurban berupa babi dan dihadiri oleh ana sa’o dan biasanya didalam acara ini akan diselingi tarian Soka Ghoro Leke

Bama Ngaru Kaju

Semua material yang telah dikumpulkan di hutan akan ditransportasikan ke kampung dimana rumah adat yang baru akan dibangun. Material-material tersebut akan disambut oleh seisi rumah dalam acara Bama ngaru kaju sebagai ungkapan syukur bahwa pencarian material telah dilakukan dengan selamat. Pada acara ini akan dilakukan penyembelihan hewan kurban dan darah dari hewan tersebut akan dibasuh pada material rumah dan orang-orang yang melakukan pencarian material.

Tore Ngani

Tahapan ini adalah sebagai lanjutan dari acara Bama ngaru kaju yang mana kayu yang telah dikumpulkan pada tempat yang yang telah disiapkan diluar kampung akan dibersihkan (disekap dll). Pada acara ini akan dilakukan penyembelihan hewan kurban yang darahnya dibasuh pada alat - alat yang digunakan untuk membersihkan kayu serta orang orang-orang yang melaksanakan pembersihan kayu atau material dimaksud.

Remi

Pada tahapan ini adalah melakukan pemasangan bahan/material seperti yang diuraikan terdahulu dan setelah itu akan dilakukan pendinginan pada bagian One (bagian dalam rumah inti). Pada acara ini akan dilakukan penyembelihan hewan kurban dan darahnya akan dibasuh pada bagian rumah yang sesuai dengan jenis pasangannya. Pada acara ini akan dihadiri oleh seluruh bagian ana sa’o.

Weti

Setelah pemasangan maka material yang telah terpasang akan dibongkar kembali dan akan diukir sesuai dengan motif yang dikehendaki dan sesuai dengan budaya pada masyarakat atau adat yang dianut. Ukiran ini biasanya menggambarkan status rumah didalam sebuah suku. Pada tahapan ini pemilik rumah biasanya menyedikan babi-babi kecil untuk diberikan kepada Lima Pade pada awal akan mengukir, telinga dari babi tersebut akan ditempelkan pada mata pahat dan kayu ayang akan diukir babi tersebut akan dihadiahkan kepada pengukir.

Kobo Ube

Setelah acara weti (ukir) selesai bahan dari rumah akan dipasang kembali sesuai pasangannya dan akan dilakukan penyembelihan hewan kurban berupa babi besar yang akan dihadiri oleh semua ana sao. Pada tahapan ini biasanya akan dilaksanakan pembicaraan untuk pembangunan selanjutnya di tempat rumah adat baru yang telah dientukan.

Pudha/Tere Pudha

Pada acara tere pudha bahan rumah yang telah disiapkan akan dibawa masuk kampung untuk dipasang mulai dari tiang dan bagian inti rumah. Pada acara ini semua isi kampung dan ana woe akan hadir dan berpartisipasi. Pada acara ini pula akan dilakukan tarian Jai Laba sebagai tanda ucapan syukur dari one sa’o dan one woe.

Wa’e Sa’o

Tahapan ini adalah pembuatan atap rumah adat yang merupakan tahapan lanjutan dari tahapan sebelumnya. Acara ini akan dihadiri oleh seluruh ana sa’o dan ana woe.

Tege Su’a Sa’o

Sesudah pengatapan akan dilanjutkan dengan acara Tege su’a sa’o. Su’a Sa’o adalah merupakan simbol bagian inti rumah yang harus diletakan pada mataraga (altar bagian dalam rumah) pada acara ini biasanya dilakukan penyembelihan hewan kurban untuk memasukan kembali Su’a Sa’o yang dikeluarkan pada saat pembangunan rumah adat.

Ka Sa’o

Acara puncak sebagai pentabisan rumah adat yang baru sebagai pertanda bahwa rumah adat ini dinyatakan sehat sesuai dengan ketentuan adat untuk dihuni oleh Ana sa’o. Pada acara ini biasanya dipentaskan tarian Ja’i Laba Go dan diikuti dengan penyembelihan kerbau dan babi. Tahapan puncak ini akan dihadiri oleh semua ana wo’e (anggota suku), ana sa’o (anggota rumah), one nua (isi kampung) wai laki, lobo tozo tara dhaga kerabat dan hubungan perkawinan.

Upacara Ka Sao
Upacara Ka Sao Upacara Ka Sao

Hits: 3866