Tari Sere Dokele dari ... ...

Published: Wednesday, 22 January 2014

Pada awalnya terjadi perang tanding antara 2 (dua) orang pria, keduanya menggunakan senjata berupa tombak, parang dan perisai. Kemudian datanglah bala bantuan dari masing – masing pihak bahkan kaum wanitapun turut ambil bagian didalamnya. Maka terjadilah perang antara dua kelompok besar.

Dalam perang tersebut tidak ada pihak yang kalah maupun menang, ibarat pepatah yang mengatakan, “kalah jadi abu, menang jadi arang”. Oleh karena itu, mereka kemudian bersepakat untuk berdamai atau berekonsiliasi sebagai saudara dan saudari demi hari depan yang lebih cerah. Hal itu sungguh ditampakkan dengan penuh sukacita dalam satu tarian kemenangan bersama yang dikenal dengan “tarian sere dokale”.

Dalam “tarian sere dokale” mereka sungguh menyadari bahwa untuk menciptakan sebuah kebersamaan hidup yang damai dan sejahtera, mereka tidak luput dari tantangan atau hambatan dengan segala versinya, tetapi mereka tetap memiliki satu keyakinan bahwa tantangan atau hambatan apapun dapat diatasi bersama dengan cara damai dan penuh nuansa cinta, tanpa harus ada perang fisik yang melelahkan dan merugikan.

“tarian sere dokale” mengisyaratkan sebuah harapan, yaitu: supaya kita tetap menciptakan dan menjaga kebersamaan hidup kita yang damai dan penuh nuansa cinta. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama yang harus kita jalankan terus – menerus tanpa kenal lelah dalam kehidupan ini.

Hits: 1871