×

Warning

Failed loading XML file

Pakaian Adat Sumba Barat

Published: Wednesday, 22 January 2014

Terdiri atas busana adat pria dan busana adat wanita. Perlengkapan dasar busana adat pria adalah sebagai berikut:

 

  1. Ingi Dete dan Ingi Bawa: yang dimaksudkan dengan ingi adalah kain berbentuk lembaran yang merupakan item paling pokok dari busana tradisional lelaki Sumba. Ingi terdiri dari dua bagian, Ingi Bawa (kain bawah) dan ingi deta (kain atas). Ingi bawa dikenakan pada bagian bawah tubuh dengan cara dililitkan di pinggang dimana sebagian ujung kain dibiarkan menjulur diantara lutut. Ingi Dete digunakan seperti selendang yang disampirkan menyimpang dari bahu kiri ke bahu kanan.
  2. Kapouta: ikat kepala yang dililit sedemikian rupa membentuk kerucut (kabora) dengan ujung mencuat ke atas atau berbagai variasi lain. Beda wilayah beda pula cara mengikat kaupata, sehingga dalam batas-batas tertentu bisa dijadikan identitas kelompok sub-etnis. Kapouta dulunya terbuat dari kulit kayu, namun kini tergantikan oleh kain tenun dan kain-kain buatan pabrik.
  3. Kalere begge: ikat pinggang terbuat dari kulit kayu yang digunakan untuk mengikat ingi bawa agar kuat melekat di pinggang. Dewasa ini kalere begge yang asli sudah jarang ditemukan, orang lebih suka menggunakan ikat pinggang lebar buatan pabrik yang disebut salopo atau halopa.
  4. Katopo begge: parang yang diselipkan pada ingi bawa, di pinggang bagian kiri.
  5. Kaleku pamama: tas dari anyaman pandan atau kulit kayu yang disampirkan di bahu sebelah kiri. Kaleku pamama digunakan untuk menyimpan sirih pinang yang disuguhkan kepada tamu sebagai tanda selamat datang dan untuk keperluan pemujaan.

Sementara untuk kalangan rato dan penari, selain perlengkapan standar seperti disebutkan di atas, ada tambahan asesoris sebagai berikut:

  1. Lado: hiasan kepala terbuat dari bulu kuda putih dengan rotan kecil sebagai bingkai dan bilah rotan sebagai pengikat. Lado biasanya ditancapkan pada kapauta, ujung bawah sejajar dengan dahi dan ujung satunya sejajar dengan kabora. Lado seperti itu hanya digunakan oleh Rato Rumata. Rato-rato lain menggunakan lado yang lebih sederhana, berupa seutas rotan yang ujungnya dihiasi bulu ayam hitam (lado wullu manu mette).
  2. Nobu: tombak yang umumnya terbuat dari besi atau kayu pilihan. Tombak yang dikenakan oleh rato biasanya merupakan tongkat-tongkat keramat yang hanya boleh digunakan pada saat tertentu.
  3. Toda: tameng atau perisai terbuat dari kulit kerbau.
  4. Lagoro: giring-giring yang dikenakan pada betis, ada yang berhiaskan bulu ekor kuda (logoro ullu wa'i) dan juga yang disematkan pada kulit kambing.
  5. Pali piding: tali rotan berhiaskan bulu ekor kuda. Dikenakan di pinggang dengan ujung berada dibelakang tubuh.
  6. Dolu: gelang terbuat dari gading, emas, kuningan atau perak, yang dikenakan pada lengan bagian atas.
  7. Teko: sejenis parang kuno yang sarungnya memiliki tali, biasa dikenakan dengan cara dicangklongkan di bahu sebelah kiri.

BUSANA adat wanita Sumba Barat pada dasarnya terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

  1. Ye'e: kain berbentuk sarung yang dipakai menutup tubuh dengan cara dilingkarkan di sekeliling dada.
  2. Kaleku pamama: tas tradisional dari anyaman pandan atau kulit kayu yang disampirkan di bahu sebelah kiri. Kegunaannya sama dengan yang digunakan oleh kaum pria.
  3. Mamoli: perhiasan telinga berbentuk belah ketupat dengan lubang ditengah. Mamoli terbuat dari emas, kuningan atau perak, ada yang polos, ada juga yang dilengkapi beragam ukiran. Karena ukuran mamoli cukup besar dan berat, sekarang ini jarang yang mengenakannya sebagai anting-anting, lebih sering dijadikan bandul kalung.
  4. Puli: giwang terbuat dari emas, atau perak dengan model yang khas.
  5. Maraga: perhiasan dada serupa pita besar terbuat dari emas, kuningan atau perak.
  6. Tabelo: perhiasan kepala berbentuk bulat sabit atau tanduk kerbau, terbuat dari emas atau perak.
  7. Lele: gelang. ada yang dikenakan di tangan, umumnya terbuat dari gading (lele gadi), ada pula yang dikenakan di kaki, umumnya terbuat dari anyaman tali yang dihiasi giring-giring (lele wai).
  8. Lado mawinne: hiasan kepala dari bilah rotan bercabang tiga yang dihiasi bulu ekor kuda. Dikenakan dengan cara disematkan pada kapouta. Kapoutanya sendiri terbuat dari pelepah pinang namun kini lebih banyak yang menggunakan kain buatan pabrik dengan warna-warna mencolok yang dibiarkan menjuntai melewati pinggang. Lado Mawinne hanya digunakan oleh para penari.
Hits: 13320

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today233
Yesterday5594
This week5827
This month23915
Total1512582
Tuesday, 19 November 2019

Informasi Cuaca

Kupang