Gereja Lengko Ajang

Published: Monday, 27 January 2014

Dibangun tahun 1927-1931 oleh misionaris asal Jerman yaitu Alm. P. Wilhelmus Jansen, SVD. Semenjak dibangun gereja ini menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Katolik di wilayah Lengko Ajang dan sekitarnya.

Memiliki nama pelindung Santa Theresia, merupakan salah satu Gereja tertua di Wilayah Keuskupan Ruteng yang mencakup tiga kabupaten antara lain Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Pada saat pertamakali dibangun, atap Gereja ini terbuat dari ijuk, namun seiring berjalannya waktu, ijuk yang dijadikan atap tersebut banyak yang lapuk sehingga menyebabkan kebocoran di mana-mana, dan sangat sulit untuk menggantinya, karena bentuk konstruksi atap yang cukup tinggi dan runcing.

Oleh karena itu pihak gereja mengganti atap ijuk tersebut dengan sink secara permanen. Bangunan Gereja Lengko Ajang bebentuk neo gothic traditional, karena bentuk bangunannya bundar dan beratap runcing menyerupai bangunan gereja di Eropa.

Konstruksi kayu penopang atap pada atap candi utama menyerupai bentuk konstruksi pada rumah adat Manggarai (Mbaru Gendang) yang berbentuk sarang laba-laba atau disebut lodok lingko (model pembagian lahan secara tradisional Manggarai). Gereja Lengko Ajang memiliki lima buah candi dan masing-masing terdapat salib di atasnya.

Panjang bangunan gereja 25m dan lebar 16m, sedangkan tinggi bangunan gereja pada candi utama di bagian tengah 18m. Selain mengunjungi Gereja, pengunjung bisa menyaksikan aktivitas masyarakat di sekitar Gereja seperti menenun secara tradisional dan mengerjakan kebun.

Transportasi

Gereja Lengko Ajang dapat ditempuh dari Borong atau dari Ruteng. Jarak dari Borong sejauh 75km dengan perkiraan waktu tempuh 3.5 jam sedangkan dari Ruteng sejauh 45km dan diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu 2.5 jam.

Jalan yang dilalui menuju Lengko melewati Bealaing di Poco Ranaka selanjutnya belok kiri menuju arah timur. Beberapa tempat menarik yang bisa dilihat sepanjang jalan menuju lengko Ajang yaitu danau Rana Poja, kebun kopi di Colol, dan air terjun Radi Ntangis dan Cunca Wek yang berada tidak jauh dari jalan raya di Desa Ulu Wae. Kondisi jalan yang dilalui cukup bagus dan bias untuk semua jenis kendaraan.

Lainnya...

Hits: 1738