×

Warning

Failed loading XML file

Batu Megalitik: Watu Susu Rongga

Published: Monday, 27 January 2014

Watu Susu Rongga berupa dua buah batu yang berukuran besar yang berdiri terpisah dengan tinggi 15 meter, lebar 11 meter. Besar dan tingginya hampir sama sehingga menyerupai “Buah Dada Perempuan” (Watu Susu Rongga). 

Terletak 8 km di sebelah barat Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba. sekitar 30 km sebelah timur Borong, jarak dari kampong terdekat Mau Su'i sekitar 3km.

Uraian Sejarah

Batu ini diambil dari Kampung Watu Lajar di Kedaluan Todo agar digunakan sebagai pintu penutup jalan masuk menuju gunung Komba, karena dulu di puncak gunung komba bermukim masyarakat Suku Rongga. Batu ini dipakai untuk mengantisipasi serangan dari Kedaluan Todo. Orang yang menyuruh mengambil batu ini adalah dua bersaudara Nai Pati dan Jawa Tu yang pada saat itu menjabat sebagai Dalu Rongga. Delapan orang dari suku Rongga diutus untuk mengambil batu tersebut. Masing-masing batu dipikul oleh empat orang dan dua batu tersebut harus sudah sampai di puncak gunung sebelum matahari terbit, serta tidak boleh mengambil sesuatu yang mereka temui selama dalam perjalanan. Satu orang yang kebetulan ikut adalah 'Jou” dan Jou menangkap seekor anjing yang dia temui selama proses pikul batu, sekitar jarak 50 meter di sebelah timur gunung komba anjing yang Joubawa menggonggong dan terbitlah matahari pagi, lalu mereka melihat batu tersebut seolaholah menjelma menjadi dunia yang sangat besar dan sangat sulit bagi mereka untuk memikulnya kembali.

Akhirnya mereka meninggalkan kedu batu tersebut dan tidak sempat mencapai puncak Gunung Komba . Selanjutnya masyarakat suku Rongga membangun benteng pertahanan di dekat kedua batu tersebut dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan Suku Todo di dalam Benteng tersebut. Akhirnya, Kedaluan Rongga dengan mudah ditaklukkan oleh Kedaluan Todo.

Perang antara Suku Rongga dan Suku Todo ini dikenal dengan nama Perang Komba. Hingga kini benteng tersebut masih ada dengan sisa peninggalan berupa tumpukan batu yang dibuat melingkar dengan tinggi sekitar 1,5 meter 2 dan diameter 150m . Di dalam benteng tersebut terdapat kuburan para korban saat perang tersebut.

Di atas kuburan ditanam batu berukuran lancip dan tinggi hingga 3 meter menyerupai menhir dan menjadi ciri khas kuburan leluhur suku Rongga.

Lainnya...

Hits: 1025

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today784
Yesterday855
This week3400
This month16449
Total1056644
Thursday, 19 April 2018

Informasi Cuaca

Kupang