×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Mbuku Bani di Desa Ate Dalo

Published: Friday, 24 January 2014

Nama Kampung Mbuku Bani berasal dari kata “Bukku” artinya suatu permainan yang dimenangkan dan “Bani” atau “Kabani” artinya laki – laki jantan. Situs kampung Mbuku Bani merupakan kakak dari kampung Tossi.

Kampung Mbuku Bani menjadi terkenal karena di kampung ini tempat para rato (imam) adat melakukan ritual adat Marapu untuk menetapkan jadwal pelaksanaan upacara adat pasola, dan semua peristiwa adat yang mengawali kegiatan pasola bermula dari kampung ini, kemudian berita pelaksanaan pasola akan dikabarkan oleh kampung Tossi.

Sebelum Pasola, terdapat rangakaian ritual adat sehari sebelumnya yang dinamakan acara “Kawoking” (nyanyian berpantun dalam bahasa daerah dan berbagai jenis permainan rakyat) atau pesta penyambutan “Nyale” (salah satu jenis cacing laut termasuk family eunicid) yang muncul di pantai laut dangkal pada bulan februari dan maret setiap tahun.

Nyale tersebut diambil dan disimpan oleh Rato Nyale untuk dipersembahkan kepada Marapu pada saat akan diselenggarakan Pasola di tahun berikutnya. Masyarakat setempat juga mengkonsumsi Nyale sebagai makanan yang dimasak dalam berbagai cara. Situs kampung Mbuku Bani terletak di pinggir pantai Bondo Kawango dengan pasir putih serta panorama alam yang indah.

Kampung Mbuku Bani memiliki 31 rumah adat (Uma Kalada) dan 83 kubur batu tua, serta benda – benda kuno seperti Pistol dari emas, Kain Kuno, Peti dari besi, Bebek emas, Guci, Tambur dari kulit manusia dan masih banyak lagi benda – benda lain peninggalan nenek moyang.

Di kampung ini anda dapat menyaksikan upacara adat Kawoking dan upacara adat Pasola. Untuk menyaksikan upacara adat Kawoking anda harus datang lebih awal sehari sebelum Pasola karena acara dimulai pada malam hari, kemudian disaat subuh sekitar jam 04:00 anda bisa berbaur dengan masyarakat setempat beramai – ramai menuju ke pantai untuk menangkap Nyale yang bermunculan di permukaan air di tepi pantai.

Selanjutnya pada pagi hari setelah matahari terbit, para Rato Nyale melakukan ritual adat persembahan Nyale kepada Marapu (Nyale yang disimpan dari tahun sebelumnya), kemudian dilanjutkan dengan ritual adat keliling kampung dan pengambilan buah pinang di pinggir pantai untuk dipersembahkan kepada Marapu.

Setelah sejumlah ritual adat selesai dilakukan maka dipersiapkan seekor kuda Nyale untuk dibawa ke arena pasola dekat pinggir pantai, dan menandakan pasola secara resmi dimulai. Kuda Nyale yang diturunkan dari kampung Mbuku Bani, digiring oleh sejumlah rombongan pasukan berkuda yang gagah berani dan telah siap untuk bertarung, kedatangan mereka telah dinantikan oleh sejumlah pasukan berkuda sebagai pihak lawan yang telah lebih dahulu berada di arena peperangan/lapangan pasola.

Sebelum pasola dimulai, terjadi pembicaraan kecil mengenai beberapa kesepakatan di tengah lapangan antara dua tokoh adat dari masing - masing kubu, setelah itu atraksi pasola mulai dipertunjukkan dengan saling menyerang menggunakan tombak/lembing kayu dari atas kuda yang berlari kencang mengitari arena pasola.

Atraksi pasola berlangsung dari siang hari sampai sore hari, dan pada malam hari acara masih berlanjut dengan pagelaran malam kesenian berupa tarian – tarian, pantun dan syair – syair adat.

Esok harinya dilanjutkan dengan atraksi pasola ke-2 di arena dekat kamung, yang di mulai dari pagi sampai siang hari dan seluruh rangakain acara pun berakhir.

Atraksi pasola digelar oleh kampung Mbuku Bani dan Kampung Tossi selama dua hari berturut - turut dalam setahun pada bulan Februari.

Informasi kepastian jadwal pelaksanaan pasola dan upacara adat kawoking, dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Gidion Gheda Panna lewat telephone seluler: (081 246 304 339).

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini, sehingga wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 43 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

Namun untuk dapat mengikuti seacara lengkap seluruh rangkaian upacara adat Kawoking dan upacara adat Pasola yang berlangsung selama tiga hari, anda disarankan untuk menyewa jasa pemandu wisata atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Gidion Gheda Panna lewat telephone seluler: (081 246 304 339) untuk membantu anda mendapatkan tempat menginap sementara di kampung dan makan selama berada di kampung.

Jarak dari ibukota Tambolaka ke lokasi kampung 43 km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Kondisi jalan beraspal dan sekitar 6 km jalan menuju kampung dalam kondisi rusak ringan dan perlu di aspal ulang, namun tetap dapat dilalui berbagai jenis kendaraan.

Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika menggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.

Kampung adat lainnya di SBD...

Hits: 1190

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today272
Yesterday894
This week4493
This month18031
Total1390788
Saturday, 20 July 2019

Informasi Cuaca

Kupang