×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Ratenggaro di Desa Umbu Ngedo

Published: Friday, 24 January 2014

Kampung ini memiliki keunikan pada rumah adat (Uma Kelada) dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter, berbeda dengan rumah - rumah adat di kampung lainnya yang tinggi menaranya hanya mencapai 8 meter.

Ratenggaro yang berarti Kubur Garo ini menjadi terkenal karena adanya 304 buah kubur batu dan 3 diantaranya berbentuk unik yang terletak dipinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah. Masyarakat dikampung ini masih mempraktekkan tradisi Marapu dan adat istiadat peninggalan leluhur seperti kampung - kampung lain pada umumnya yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya.

Lokasi situs Kampung Ratenggaro berdekatan dengan situs kampung Wainyapu yang juga terletak di pinggir pantai dan muara sungai Waiha dengan bentangan pantai berpasir putih yang terus diterjang oleh gelombang pantai selatan yang sangat kuat dengan gulungan ombak yang panjang.

Kampung Ratenggaro juga sering di datangi oleh wisatawan kapal pesiar karena terletak di pinggir pantai dan terlihat jelas dari kejauhan ketika berada di atas kapal, serta sangat mudah dijangkau dari bibir pantai dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.

Aktivitas

Wisatawan dapat melakukan kegiatan berselancar, berjemur sambil menyaksikan perpaduan suasana alam dan budaya yang eksotik dan jauh dari keramain kota. Tiga kubur batu yang terletak di pinggir pantai dengan bentuk yang tidak lasim, dapat menjadi pilihan untuk penelitian dan mengungkap rahasia yang masih terpendam dari jaman dahulu. Untuk kegiatan berselancar para wisatawan harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat penyewaan peralatan berselancar. Informasi dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Dominggus Kabunggul lewat telephone seluler: (081 337 124 515).

 

Akomodasi

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini, sehingga wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 56 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

 

Transportasi

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 56 km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit, dengan kondisi jalan beraspal dan terpelihara dengan baik. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika menggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.


Kampung adat ainnya...

Hits: 2621

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today750
Yesterday1337
This week2087
This month14563
Total899367
Tuesday, 17 October 2017

Informasi Cuaca

Kupang