Kampung Toda di Desa Pero Batang

Published: Friday, 24 January 2014

Kampung Toda didirikan oleh “Rato Modo” dengan nama kampung “Toda”. Beberapa hari kemudian, Rato Modo membangun sebuah rumah menara yang diberi nama “Umma Toghi Alli”, sebagai tempat penyimpanan sementara barang–barang keramat seperti Tombak, Patung, Pisau, kris, Batu Delima, Mamoli, dan lain – lain.

Setelah itu, dibangun lagi sebuah pondok kecil bernama “Umma Kahilla” sebagai tempat penyimpanan yang sebenarnya untuk barang – barang keramat tersebut. Beberapa bulan kemudian setelah Umma Kahilla selesai dibangun, Rato Modo mengadakan pesta “Woleka” yang sangat meriah dengan menyembelih seekor kerbau jantan, satu ekor babi taring, dan tujuh ekor ayam sebagai janji yang sudah digenapi atas pemindahan barang-barang tersebut.

Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh Rato Modo di masa lalu, tetap dilakukan terus oleh masyarakat setempat dan “Umma Kahilla” sebagai tempat penyimpanan barang – barang keramat tersebut sangat dikeramatkan oleh masyarakat karena barang – barang keramat peninggalan Rato Modo masih tersimpan di dalam rumah tersebut.

Barang – barang keramat tersebut harus dicuci pada waktu – waktu tertentu dengan mengadakan upacara adat atau pesta adat yang sangat meriah seperti yang telah dilakukan oleh rato Modo.

Kampung ini memiliki 22 unit rumah adat (Umma kalada) dan 89 kubur batu tua yang masi asli, terletak di dekat pantai Pero sebagai salah satu pantai yang ramai dengan perkampungan nelayan dan tempat pendaratan ikan hasil tangkapan para nelayan.

Aktivitas

Di kampung ini Wisatawan dapat menyaksikan beberapa upacara adat penyucian barang – barang keramat peninggalan leluhur. Informasi dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau menghubungi juru pelihara situs, ibu Marta Kaka lewat telephone seluler: (085 337 583 011).

 

Akomodasi

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini. Wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 35 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

 

Transportasi

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 35 km dan dapat ditempuh dalam waktu 50 menit. Kondisi jalan beraspal dan terpelihara dengan baik. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Bondo Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika mnggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.


Kampung adat lainnya di SBD...

Hits: 1046