×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Tossi di Desa Wura Homba

Published: Friday, 24 January 2014

Sejarah nama Kampung Tossi bermula dari seorang Raja bernama Rato Loghe yang tinggal di kampung ini, kemudian menikah dengan seorang gadis bernama Wulla Dero dan tidak memiliki keturunan.

Kata Tossi terdiri dari kata “TO” dan “SSI”. “TO” artinya Orang dan “SSI” artinya Laki - laki, karena kampung ini pertama kali dihuni oleh seorang laki - laki maka diberi nama “Tossi”. Kampung Tossi juga salah satu kampung yang menyelenggarakan upacara adat Pasola bersama – sama dengan kampung Mbuku Bani.

Terkait dengan upacara adat Pasola, kampung Tossi yang merupakan adik dari kampung Mbuku Bani diberikan kuasa untuk menyampaikan pengumuman kepada khalayak ramai tentang jadwal Pasola yang telah ditentukan dari kampung Mbuku Bani.

Keunuikan lainnya, di tengah terdapat sumber mata air yang bernama “Wai Marunga” sebagai sumber air untuk kebutuhan hidup sehari - hari masyarakat setempat, mereka juga percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit sehingga pada jaman dahulu mereka tidak mengenal obat - obat kimia.

Air ini juga digunakan untuk memercik seluruh kuda pada saat melaksanakan upacara adat Pasola agar memperoleh kekuatan dari sang maha Dewa Marapu.

Kampung Tossi memiliki 52 rumah adat (Uma Kelada) dan 80 kubur batu tua, serta tersimpan benda - benda kuno peninggalan nenek moyang seperti Piring kuno, Gong kuno, Parang dengan gagang terbuat dari gading, dan patung kuno terbuat dari cendana yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat dalam adat dan tradisi Marapu yang masih terus dilakukan sampai saat ini.

Aktivitas

Di kampung ini Wisatawan dapat menyaksikan upacara adat Pasola yang digelar bersama – sama dengan kampung Mbuku bani. Kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah menenun kain dengan menggunakan peralatan tradisional yang masih dipraktekkan oleh kaum wanita di kampung ini. Informasi dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Dengi Wungo lewat telephone seluler: (081 237 098 014).

 

Akomodasi

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini, sehingga wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 42 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

 

Transportasi

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 42 km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Kondisi jalan beraspal dan sekitar 6 km jalan menuju kampung dalam kondisi rusak ringan dan perlu di aspal ulang, namun tetap dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Bondo Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika mnggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.


Kampung adat lainnya di SBD...

Hits: 729

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today169
Yesterday654
This week3188
This month14861
Total1013440
Saturday, 24 February 2018

Informasi Cuaca

Kupang