×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Toda di Desa Pero Batang

Published: Friday, 24 January 2014

Kampung Toda didirikan oleh “Rato Modo” dengan nama kampung “Toda”. Beberapa hari kemudian, Rato Modo membangun sebuah rumah menara yang diberi nama “Umma Toghi Alli”, sebagai tempat penyimpanan sementara barang–barang keramat seperti Tombak, Patung, Pisau, kris, Batu Delima, Mamoli, dan lain – lain.

Read more: Kampung Toda di Desa Pero Batang

Kampung Ratenggaro di Desa Umbu Ngedo

Published: Friday, 24 January 2014

Kampung ini memiliki keunikan pada rumah adat (Uma Kelada) dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter, berbeda dengan rumah - rumah adat di kampung lainnya yang tinggi menaranya hanya mencapai 8 meter.

Read more: Kampung Ratenggaro di Desa Umbu Ngedo

Kampung Parona Baroro di desa Weekaninyo

Published: Friday, 24 January 2014

Berdasarkan informasi lisan dari masyarakat setempat, kampung Parona Baroro terbentuk pada abad ke-17, melalui upacara adat yang dilaksanakan oleh Rato Beru, Rato Padudu dan Rato Tende Kapepe dari kampung Waindimu, ketiga Rato inilah yang bertemu untuk berkompromi dalam rangka menyamakan persepsi untuk menetapkan nama kampung, yakni Parona Baroro.

Read more: Kampung Parona Baroro di desa Weekaninyo

Kampung Mbuku Bani di Desa Ate Dalo

Published: Friday, 24 January 2014

Nama Kampung Mbuku Bani berasal dari kata “Bukku” artinya suatu permainan yang dimenangkan dan “Bani” atau “Kabani” artinya laki – laki jantan. Situs kampung Mbuku Bani merupakan kakak dari kampung Tossi.

Read more: Kampung Mbuku Bani di Desa Ate Dalo

Kampung Manola di Desa Tenateke

Published: Friday, 24 January 2014

Situs kampung Manola memiliki 42 rumah adat (Uma Kalada) dan 113 kubur batu tua. Sejarah lisan menceriterakan bahwa orang – orang yang tinggal di kampung ini adalah keturunan dari gunung Yawila (sebuah gunung besar dan tinggi di sekitar wilayah ini). Kampung ini terkenal dengan sebuah upacara adat yang disebut upacara ‘TEDA’.

Read more: Kampung Manola di Desa Tenateke

Kampung Bongu di Desa Bondo Kodi

Published: Friday, 24 January 2014

Menurut sejarah lisan masyarakat setempat, kampung Bongu dibangun oleh rato “Hepa Kura” sekitar 600 tahun silam. Rato ini memiliki ternak yang banyak seperti kuda, kerbau, sapi dan ternak – ternak lainnya, sehingga menjadi terkenal karena dalam budaya orang Sumba, mereka yang memiliki ternak yang banyak dianggap sebagai orang kaya raya dan terpandang.

Read more: Kampung Bongu di Desa Bondo Kodi

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today441
Yesterday1160
This week3706
This month8188
Total1111678
Thursday, 16 August 2018

Informasi Cuaca

Kupang