×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Adat Pasunga

Published: Friday, 05 September 2014

Terletak di Anakalang, Kecamatan Katikutana. Kampung ini berawal dari ide Umbu Kalung Dapamudang yang bekerja secara gotong royong dengan masyarakat dari kampung lain. Umbu Kalung Dapamundang memiliki empat orang anak laki-laki, sebagai bentuk tanggung jawab sesuai adat istiadat Umbu Kalung Dapamudang membangun rumah bagi empat orang anaknya dalam kompleks perkampungan ini.

Pembagian rumah-rumah ini sebagai berikut: anak pertama mendiami rumah yang disebut "Galu Bau" (rumah/kandang baru); anak kedua mendiami rumah yang disebut "Keiku Praingu" (rumah yang berada diujung kampung/ekor kampung), anak ketiga mendiami rumah yang disebut "Hagaba Talara" (rumah tetangga) dan anak bungsu tinggal bersama orang tuanya yang disebut "Uma Adung" (rumah pengendali hama).

Sesuai dengan budaya Sumba, kelak anak bungsu lah yang mewarisi Uma Adung, tetapi keempat anak tersebut mempunyai kedudukan yang sama. Dari mereka inilah akan menurunkan turunan yang mendiami kampung adat Pasunga hingga sekarang.

Nama "Pasunga Rewa Kapu" merupakan hasil kesepakatan dari empat keluarga ini untuk menamai kampung tempat tinggalnya ini. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, keluarga ini sangat menjunjung tinggi peraturan adat istiadat yang mengatur kehidupan sosial dan norma yang telah diturunkan dari nenek moyangnya. Demikian juga halnya dalam melaksanakan kegiatan sudah diatur oleh aturan-atran yang ada, seperti misalnya dalam membangun rumah. Rumah orang sumba ibarat tubuh manusia yang masing-masing mempunyai fungsi, setiap unsur rumah adalah hakekat dari kepribadian budaya yang terimplikasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Rumah adat adalah simbol hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan hewan/binatang dan manusia dengan alam (Marapu). Perkampungan adat tidak terlepas dari kubur batu yang terletak di beranda rumah karena ada keterkaitan sehingga kubur diletakkan di depan rumah. Bagi masyarakat Sumba pada umumnya dan kampung Pasunga pada khususnya yang mendasari kehidupan manusia yakni hidup dan mati sehingga rumah adat adalah tempat tinggal semasa hidupnya (Uma Maruk) sedangkan kubur adalah tempat seteah manusia meninggal dunia (Uma Mati).

Lainnya...

Hits: 1223

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today912
Yesterday642
This week5009
This month11307
Total967311
Sunday, 17 December 2017

Informasi Cuaca

Kupang