×

Warning

Failed loading XML file

Menikmati Ikan Bandeng di Kolam Susuk

Published: Friday, 24 January 2014

Sebenarnya kolam itu, bernama Kolam Susuk yang artinya sarang nyamuk. Meskipun demikian, kolam yang kaya ikan bandeng itu memiliki pesona yang luar biasa. Ini membuat Yon Koeswoyo terkesima. Dia kemudian mengabadikan kolam itu, dalam sebuah lagu, ketika dalam perjalanan dari Atambua menuju Dili, Timor Timur.

Pemandangan alami tambak ikan bandeng dan terdapat pondok kecil tempat beristirahat. Disini dapat membeli ikan bandeng bakar/panggang. Jarak dari ibukota Atambua sekitar 16 km dengan jarak tempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan kedaraan umum/angkutan pedesaan, mobil rental, maupun motor ojek.

Menurut legenda, kolam tersebut pernah disinggahi tujuh bidadari cantik yang dititip Raja Lifao dari Oecusse untuk membersihkan diri. Agar para bidadari itu tidak mengantuk, Raja Lifao pun mengirim nyamuk untuk mengganggu mereka saat tertidur. Bisingan nyamuk membuat para bidadari cantik itu tetap terjaga agar tidak dimangsa oleh pembantu raja. Itulah misi Raja Lifao mengirim nyamuk untuk menjaga para bidadari di kolam tersebut. Masyarakat setempat kemudian menamai kolam tersebut dengan sebutan Kolam Susuk atau sarang nyamuk. Tapi di kolam nan elok itu, bertebarlah ikan-ikan bandeng seperti dilukiskan Koes Plus dalam syairnya.

Kolam Susuk yang dapat dicapai dalam tempo 20 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat dari Atambua itu. Letaknya persis di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Sebagai tanda mata abadi bagi masyarakat Kabupaten Belu, grup legendaris Koes Plus membangun sebuah sekolah dasar (SD) di tepian kolam itu. Ini guna menampung para peserta didik di wilayah kecamatan tersebut untuk menikmati pendidikan dasar.

Kepopuleran lagu "Kolam Susu" tersebut, membuat pemerintahan Bupati Joachim Lopez menata kawasan tersebut. Kawasan ini ditata untuk menjadi salah satu destinasi pariwisata di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Di atas puncak bukit yang membentuk kolam tersebut, telah dipasang sebuah pigura raksasa bertuliskan Kolam Susuk. Di lembah bukit yang menghadap ke arah kolam, telah dibangun rumah-rumah payung sebagai tempat berteduhnya para wisatawan dari terik matahari.

Kawasan Kolam Susuk akan dimanfaatkan untuk budidaya bandeng dan udang. Warga sekitar pernah mengembangankan bandeng dan udang di kolam tersebut. Namun tidak merawat dan menatanya dengan baik sehingga membuat lingkungan sekitarnya menjadi rusak.

Lokasi kolam susuk yang bermakna sejarah itu, kini sedang dipoles menjadi tujuan wisata alam dan bahari yang menakjubkan bagi para wisatawan.

Pengembangan kawasan wisata terpadu Kolam Susuk untuk menyediakan lokasi wisata alternatif untuk warga asing terutama dari Timor Leste. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu bisa mendapatkan sumber pendapatan dari sektor pariwisata untuk kelangsungan pembangunan di daerah tersebut.

Kolam Susuk adalah salah satu kawasan wisata tambak di Kabupaten Belu. Sejak dahulu sudah dimanfaatkan warga, baik dari dalam daerah maupun luar untuk menikmati suasana alam, sambil menikmati hasil tangkapan bandeng yang ada di kolam tersebut.

Namun, dalam perjalanan pengelolaan tersebut justru tidak dimanfaatkan secara optimal, dan akhirnya terkesan mubazir karena tidak lagi ditata dengan baik untuk mengoda selera pengunjung.

"Karena kondisi itulah, pemerintah memutuskan untuk mengambil kembali aset tersebut untuk dikelola secara lebih baik dan profesional dan dijadikan sebagai kawasan wisata alternatif di wilayah perbatasan RI-Timor Leste ini," kata Valens.

Penataan dan perbaikan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan wisata alam tambak tersebut menjadi sebuah keharusan. Ini agar Kolam Susuk tetap populer seperti tembang kenangan Kolam Susu yang dipopulerkan oleh grup musik ledendaris Indonesia, Koes Plus.

Danau kolam sus...
Danau kolam susuk Danau kolam susuk
Memanen ikan ba...
Memanen ikan bandeng Memanen ikan bandeng
Lopo-lopo
Lopo-lopo Lopo-lopo

Lainnya...

Hits: 1405

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today763
Yesterday1052
This week1815
This month19027
Total1145720
Tuesday, 18 September 2018

Informasi Cuaca

Kupang