×

Warning

Failed loading XML file

Perkampungan Tradisional Tuaninu

Published: Friday, 24 January 2014

Perkampungan Adat Tuaninu terletak di Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur ± 35 km dari kota Atambua kearah selatan. Untuk mencapainya anda harus menempuh perjalanan ± 1,5 jam. Perkampungan adat ini berada tepat diatas sebuah bukit, dikelilingi dengan pagar batu seperti sebuah benteng.

Selain itu batas antara satu rumah dengan rumah yang lain juga dikelilingi pagar batu. Konon menurut penuturan para Mako’an (Penutur adat ) pada zaman dahulu bumi masih dipenuhi dengan air, nenek moyang mereka menggunakan perahu atau kapal berlayar mencari tanah yang sudah tidak ada air lagi. Dalam pelayaran mereka, perahu mereka karam di bukit yang sekarang bernama tuaninu, Akhirnya karena melihat Tuaninu sudah kering maka merekapun turun dan bermukim disitu hingga sekarang.

Oleh sebab itu bentuk rumah mereka seperti kapal dan agar ada kesinambungan sejarah perjalanannya serta mengenang bahwa mereka adalah orang pelaut, maka nama ini diabadikan pada salah satu rumah adat yang ada sekarang Yakni rumah adat Kapitan Ronda. Kapitan sebenarnya dari kata Kapten, Ronda dari kata ronda atau berkeliling untuk menjaga keamanan.

Dalam perkampungan adat yang berpenghuni ± 33 KK ini terdapat 11 rumah adat. 9 dari 11 Rumah adat tersebut dihuni dan dijaga oleh manusia termasuk harta pusakanya,sedangkan 2 rumah adat, dihuni oleh makluk gaib.

PINTU GERBANG UTAMA TUANINU
Dibawah pohon beringin ini berkubang seekor kerbau gaib yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sebagai penjaga pintu utama dari perkampungan ini. Oleh karena itu semua ritual adat harus dilaksanakan di tempat ini dulu baru ke rumah adat. Bagi pengunjung mohon tidak menyimpan barang.

RUMAH ADAT LAKU LEIK
Rumah adat inilah yang dihuni oleh sebutir telur buaya putih. Telur tersebut dapat berubah wujud menjadi seorang tentara jika kampung tersebut hendak diserang oleh musuh atau kawanan pencuri. Selain telur buaya putih tersimpan pula sebilah pedang pusaka yang bila dihunus akan berdering seperti lonceng gereja. Ketika anda berkunjung dan ingin menyaksikan telur tersebut,anda harus berani makan daging babi mentah dan beras mentah serta menggunakan kain tenunan asli dari kapas. Pakaian modern tidak disarankan karena resikonya ditanggung sendiri.

RUMAH ADAT KAPITAN RONDA
Didalam rumah adat ini tersimpan Kunci Kapal pusaka dan pakain kerja Nakhoda. Ada pula timbangan atau Dacing kayu serta benda pusaka lainnya. Kaum perempuan berkumpul sambil menyaksikan ritual adat yang sedang dilaksanakan untuk mengetahui peristiwa apa yang akan terjadi dengan munculnya manusia siluman tersebut.

Aktivitas

Bagi anda yang ingin menjelajahi lokasi ini, anda akan menyaksikan buah karya para leluhur yakni rancangan sebuah kampung tradisional yang sangat unik. Juga bagi anda yang ingin belajar Tenun ikat Belu, boleh bertanya pada mama ini.

 

Akomodasi

Perkampungan adat Tuaninu juga belum disediakan tempat penginapan. oleh sebab itu setelah anda berkeliling di lokasi wisata ini anda dipersilakan kembali ke kota Atambua untuk menginap pada hotel-hotel yang ada.

 

Transportasi

Untuk mencapai lokasi perkampungan adat Tuaninu, anda dapat menggunakan jasa transportasi Ojek, Travel, atau mobil-mobil rental. Biaya transportasi PP ± 50 rb – 100 Rb per orang. Ketika sampai di kaki bukit anda dipersilahkan menunggang kuda yang sudah dipersiapkan untuk menuju ke tempat tersebut.


Kuliner

Disekitar lokasi perkampungan adat ini belum disediakan tempat untuk memperoleh makan. Yang ada di sekitar lokasi hanyalah makanan tradisional yang diperoleh dari hutan seperti Ubi hutan, kacang hutan yang sudah diproses hingga racunnya hilang.jagung bakar/rebus, pisang, Jadi diharapkan supaya anda membawah makanan sendiri. Untuk pelepas dahaga anda bisa menikmati suguhan air kelapa. Selain itu juga terdapat Sagu yang merupakan salah satu makanan khas kabupaten Belu,siap melayani anda untuk disantap.

 

Berbelanja

Di sekitar lokasi wisata anda dapat membeli souvenir yang disiapkan seperti : Kain Adat, Kain Tenun asli yang terbuat dari Kapas asli. Untuk masuk kedalam rumah adat Laku Leik harus memakai kain adat yang ini. Kain adat yang bahan pembuatannya dari benang toko. Anda dapat membeli souvenir yang lain disekitar lokasi ini.


Lainnya...

Hits: 2264

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today309
Yesterday1155
This week1465
This month5947
Total1109436
Tuesday, 14 August 2018

Informasi Cuaca

Kupang